OSIS Sekolah Menengah Al Firdaus Garap Olimpiade Al Firdaus dan Cultural Night

16807683_1581083688572864_4699669800326737707_n

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah (SM) Al Firdaus saat ini tengah mempersiapkan dua kegiatan besar yang merupakan program kerja OSIS yaitu Olimpiade Humaniora Al Firdaus (OLAF) dan Cultural Night.

Kedua kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Maret 2017 di SM Al Firdaus yang bertajuk Kreasi Muda Untuk Masa Depan Bangsa. Dyan Azka Ingkafi, Ketua OSIS SM Al Firdaus menjelaskan, “Pelaksanaannya berbarengan, dari pagi sampai siang menyelenggarakan OLAF dan malamnya Cultural Night sebagai puncak acara”.

Beberapa lomba yang akan digelar saat OLAF adalah lomba futsal junior untuk SD, lomba roket air untuk SD, lomba melukis media untuk SD, lomba rancang bangun untuk SMP, dan lomba ensemble musik untuk SMP. “Lombanya untuk eksternal dan internal. Lomba eksternal untuk SD dan SMP. Untuk yang internal untuk anak-anak SM Al Firdaus, lomba fotografi dan fashion show dari bahan daur ulang, khusus lomba futsal dilaksanakan tanggal 20-23 Maret, lomba lainnya tanggal 25 Maret ” Dyan menjelaskan.

Malamnya akan digelar Cultural Night sebagai puncak acara yang akan menampilkan berbagai gelar seni dari siswa-siswi SM Al Firdaus dengan tampilan utama operet  3 bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab).

Susilo, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SM Al Firdaus menerangkan bahwa kedua kegiatan tersebut perdana dilakukan tahun ini. “OLAF menjadi olimpiade humaniora pertama di Soloraya,” jelasnya.

Lebih lanjut Susilo menerangkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan MIlad 20 Tahun Al Firdaus. “Tujuannya juga untuk memajukan kreatifitas siswa SD dan SMP di Soloraya, sekaligus mengenalkan Sekolah Menengah Al Firdaus kepada masyarakat luas, terutama tentang pencanangan Al Firdaus International School (AFIS),” tambahnya.

Dyan menambahkan, “OLAF ini juga sekaligus menyampaikan pesan bahwa prestasi tidak hanya bisa diperoleh melalui bidang akademis, tetapi juga non akademis, semua siswa itu cerdas dan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.”

“Semoga dengan diadakannya event ini, bisa memberi inspirasi bagi siswa-siswi baik SD, SMP, ataupun SMA untuk lebih mengembangkan bakat, ketrampilan dan kreatifitas serta memberikan kepercayaan diri yang lebih akan potensi mereka,” Susilo mengakhiri.

Sekolah Menengah Al Firdaus Melakukan Lesson Study

16684402_346345785765592_6198020444504827618_n

Salah satu masalah atau topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan yaitu tentang Lesson Study, yang muncul sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Seperti dimaklumi, bahwa sudah sejak lama praktik pembelajaran di Indonesia pada umumnya cenderung dilakukan secara konvensional yaitu melalui teknik komunikasi oral.

Praktik pembelajaran konvesional semacam ini lebih cenderung menekankan pada bagaimana guru mengajar (teacher-centered) dari pada bagaimana siswa belajar (student-centered), dan secara keseluruhan hasilnya dapat kita maklumi yang ternyata tidak banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran siswa. Untuk merubah kebiasaan praktik pembelajaran dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran yang berpusat kepada siswa memang tidak mudah, terutama di kalangan guru yang tergolong pada kelompok laggard (penolak perubahan/inovasi).

Dalam hal ini, Lesson Study tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mendorong terjadinya perubahan dalam praktik pembelajaran di Indonesia pada umumnya dan di Sekolah Menengah Al Firdaus pada khususnya untuk menuju ke arah yang jauh lebih efektif.

Dalam semester genap di tahun pelajaran 2016/2017 Sekolah Menengah Al Firdaus mengadakan program Lesson Study untuk beberapa guru mata pelajaran secara bergiliran.

Namun perlu diketahui hakikat lesson study yang sebenarnya, agar jangan ada kesalahan dalam memahami apa sesungguhnya lesson study tersebut. Lesson study sama sekali bukan termasuk salah satu dari genre metode mengajar yang selama ini telah kita kenal, seperti ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, dan inkuiri.

Sekali lagi, lesson study tidak termasuk dalam kelompok metode mengajar tersebut, karena lesson study bukanlah metode mengajar atau pun model pembelajaran yang telah kita kenal selama ini, tetapi lesson study merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran.

Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat, tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management, yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terus-menerus, berdasarkan data. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri, baik pada tataran individual maupun manajerial.

Dalam pelaksanaan program lesson study di Sekolah Menengah Al Firdaus yang akan dilihat adalah sejauh mana guru berperan sebagai pentransfer nilai-nilai pedagogic, sikap perilaku, kedalaman materi, keislaman, lingkungan, dll

Seperti pada umumnya, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan lesson study , diantaranya:

  1. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama.
  2. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study.
  3. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa.
  4. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama.
  5. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru.
  6. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video cameraatau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.
  7. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan, terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP.

SM Al Firdaus Gelar Kegiatan Bulan Bahasa 2016

IMG-20161027-WA0010

Dalam rangka menyongsong Bulan Bahasa 2016,dan memberikan wadah dalam mengekspresikan dengan sepenuh hati semua potensi atau bakat yang dimiliki siswa di manapun berada dalam bidang bahasa, pada hari Kamis 27 Oktober 2016 jam 07.30 sampai 12.00 Sekolah Menengah Al Firdaus Sukoharjo yang beralamat di Jl. Al Kautsar Mendungan Pabelan Kartasura telah mengadakan kegiatan yaitu Bulan Bahasa 2016 Sekolah Menengah Al Firdaus dengan tema “Dengan Bahasa Kita Genggam Dunia”

IMG-20161027-WA0024

Kegiatan ini sudah kesekian kali dilakukan di SM Al Firdaus. Pada kegiatan bulan bahasa kali ini, di SM Al Firdaus melaksanakan berbagai perlombaan baik untuk siswa internal SM Al Firdaus maupun siswa eksternal SM Al Firdaus yang diikuti oleh siswa siswi SD/MI Sederajat se eks karesidenan Surakarta. Perlombaannya diantaranya adalah : (1)Berpidato (2) Bercerita/Mendongeng  (3) Menggambar (4)Spelling bee (5) Baca Puisi

IMG-20161027-WA0019 IMG-20161027-WA0013

Tujuan dari kegiatan tersebut antara lain : (1) Menjadikan momentum ini untuk membangun kepedulian siswa siswi pada Bahasa dan pendidikannya. (2) Meningkatkan motivasi agar setiap siswa lebih berprestasi di bidang akademik maupun non akademik (3) Mencari bibit-bibit berprestasi di bidang bahasa dan sastra (4) Menampung dan menyalurkan bakat dan kemampuan siswa. (5) Melatih kemampuan berbicara siswa di depan umun. (6)Membentuk pribadi yang kreatif dan percaya diri

IMG-20161027-WA0022

Dubes Inggris Berikan Kuliah Umum untuk Siswa Al Firdaus

dubes

“Study hard, learn English, see the world, chase your dreams, and always remember who you are.. (Belajarlah dengan giat, pelajarilah Bahasa Inggris, lihatlah dunia, kejar mimpi-mimpimu, dan selalu ingat siapakah dirimu)”

Kata-kata tersebut tertulis di atas kanvas berukuran A3 di area pameran lukisan-lukisan hasil karya siswa siswi Sekolah Menengah Al Firdaus Sukoharjo. Tulisan tersebut merupakan tulisan tangan HE Moazzam Malik, Duta Besar Negara Inggris dan Britania Raya untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN. Moazzam Malik berkesempatan untuk mengunjungi Sekolah Menengah Al Firdaus dan menyampaikan kuliah umum dalam General Studium bersama ratusan siswa siswi SM Al Firdaus dan PPMI Assalaam pada Senin, 8 Juni 2015 di halaman sekolah setempat.

Dengan mengangkat tema “Building the Excellence of Human Resources to Face the Global Challenge”, Moazzam memotivasi para siswa siswi setingkat SMP dan SMA ini untuk terus berjuang sebagai generasi penerus bangsa. Ia mengatakan terdapat empat kunci untuk mencapai cita-cita sebagai generasi muda yang unggul untuk Indonesia.

Keempat hal tersebut adalah pentingnya mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dunia, pentingnya keterbukaan pada ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan ilmu yang dinamis dan inovatif, pentingnya para pelajar Indonesia untuk mencari ilmu ke luar negeri, dan pentingnya memajukan Indonesia agar lebih menarik untuk dikunjungi warga negara lain.

Moazzam yang merupakan duta besar muslim pertama Inggris untuk Indonesia tersebut mengatakan Indonesia merupakan negara yang sangat kuat dan memiliki diferensiasi dari negara-negara lainnya. Negara ini, lanjut dia, merupakan negara yang besar dengan jumlah umat muslim mayoritas, serta dinamis dalam bidang perekonomian. Namun, kata dia, warga Indonesia masih malu-malu untuk mengeksplor dan membawa kekayaan Indonesia ke kancah dunia.

Hal tersebut, lanjut dia, menjadi pekerjaan rumah bagi generasi muda sebagai penerus bangsa yang akan menjadi pemimpin-pemimpin dunia di masa depan. Pentingnya peranan pemuda tersebut, kata Moazzam, menginspirasinya untuk melakukan banyak perjalanan di luar Jakarta sejak ia bertugas di Indonesia enam bulan belakangan. “Saya banyak meminta untuk bekerja di luar Jakarta dan meminta pada staf untuk difasilitas untuk berkorespondensi dengan anak-anak muda karena saya percaya masa depan berada di tangan para remaja ini,” kata dia. Selanjutnya, kata dia, para guru dan pemimpin yang ada saat ini memiliki tanggung jawab dan harus banyak mendengarkan dan membantu para generasi muda untuk mengetahui mimpi mereka dan membantu mereka untuk mewujudkannya.

Ia pun sangat senang ketika berkesempatan untuk mengunjungi Al Firdaus secara khususnya di Sekolah Menengah Al Firdaus dan mengisi kuliah umum di sekolah tersebut. Atas rekomendasi dari Presiden ke-3 RI, Prof. BJ Habibie, Moazzam berkunjung ke Al Firdaus dan bertemu para jajaran pimpinan yayasan, guru-guru, serta siswa siswinya.

Dalam kesempatan diskusi dan tanya jawab yang dipandu alumni Al Firdaus yang sedang menempuh studi di Glasgow University Skotlandia, Zahra Amalia Syarifah, Moazzam mengatakan bahwa dirinya siap memfasilitasi Al Firdaus dan Assalaam untuk memiliki mitra sekolah maupun perguruan tinggi di Inggris untuk bekerjasama dalam bidang akademik. “Insya Allah saya akan membantu untuk kerjasama akademik tersebut dan nantinya pelajar Indonesia dan Inggris dapat saling mengikuti kegiatan seperti pertukaran pelajar dan kegiatan lainnya,” jelasnya.

Di akhir sesi Studium General, Moazzam berpesan pada para siswa untuk terus mengejar mimpi-mimpi mereka dengan belajar giat dari sekarang. “Bukalah mata kalian dan lihatlah dunia karena dunia tidak hanya tempat dimana kamu tinggal saat ini,” kata Moazzam. Meskipun demikian, kata dia, pencarian ilmu di belahan dunia manapun harus selalu membawa para generasi muda Indonesia untuk pulang ke Tanah Air dan mengembangkan keilmuannya untuk kemajuan bangsa. “Jangan pernah lupa untuk pulang ke Indonesia karena negara ini ada di tangan kalian semua generasi muda,” kata Moazzam di akhir diskusi dalam Studium General tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Al Firdaus Eny Rahma Zaenah menjelaskan kunjungan HE Moazzam Malik tersebut memperkuat program unggulan yang tengah dirintis yaitu Program Internasionalisasi Al Firdaus. Ia berharap kesuksesan duta besar tersebut dapat menginspirasi para anak didik Al Firdaus untuk mengembangkan mimpi dan cita-cita di masa depan. “Ini adalah satu kesempatan besar yang diberikan oleh Eyang Habibie untuk Al Firdaus dengan memfasilitasi kunjungan Duta Besar Inggris ke Al Firdaus. Semoga anak-anak dapat memetik pelajaran dari Beliau dan dapat menjadi generasi muda yang siap menghadapi tantangan global,” kata dia.

Program Internasionalisasi Al Firdaus pertama kali dirintis Al Firdaus dengan pencanangan kerjasama dengan sekolah muslim di Perancis, Lycee Averroes pada 2014 lalu. Kerjasama ini diawali dengan kegiatan pertukaran pelajar dan guru antarnegara bertajuk October Camp 2014 dengan dikirimkannya 11 duta pelajar dan satu guru Al Firdaus ke sekolah berperingkat satu di Perancis tersebut. Insya Allah, sebanyak 20 siswa dan 2 guru Lycee Averroes akan mengikuti pertukaran pelajar October Camp 2015 di Al Firdaus pada pertengahan Oktober tahun ini.

Keren! Siswa SMA Tuna Grahita Asal Solo Ini Dapat Hadiah Puluhan Juta dari Kejuaraan Renang Nasional

arman

Jika Tuhan memberi kekurangan pada diri manusia, bisa jadi Tuhan juga memberikan kelebihan dibanding manusia lainnya.

Ungkapan tersebut seakan mewakili keadaan siswa asal Kota Solo ini.

Arman Setiawan, meski berusia 20 tahun, dia masih duduk di bangku kelas XII di Sekolah Menengah (SM) Al Firdaus, Kartasura, Sukoharjo.

Arman merupakan siswa penyandang tuna grahita, yakni memiliki IQ di bawah standar.arman

SM Al Firdaus merupakan sekolah inklusi, sehingga menerima siswa yang berkebutuhan khusus untuk belajar berdampingan dengan siswa normal.

Meski berkebutuhan khusus, siapa sangka Arman telah memenangi berbagai kejuaraan renang tingkat nasional.

Tak hanya perlombaan antaratlet berkebutuhan khusus, pelajar yang tinggal di Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo, ini juga seringkali mengukuti kompetisi melawan atlet normal.

“Pernah ikut lomba di banyak tempat, Jogja Semarang, Wonosobo, Riau, banyak,” kata Arman menyebutkan beberapa tempat yang pernah menjadi lokasi kejuaraan.

Terakhir, dia mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Bandung pada Oktober 2016.

Dia mengikuti tiga nomor dalam cabang renang, dua di antaranya ia menangi.

“Gaya punggung 100 meter dapat medali perak, gaya ganti putera dapat perunggu, kalau gaya punggung 50 meter nggak dapat,” ungkap pria kelahiran 7 September 1996 itu.

Selain medali dan piagam, ia mengaku memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 65 juta.

“Yang perak Rp 40 juta, kalau yang perunggu dapat Rp 25 juta, dipotong pajak,” ujarnya.

Sebenarnya dia juga pernah bertandang ke Singapura untuk mengikuti kejuaraan serupa.

Namun dia dan kawan-kawan batal berlomba karena masalah administrasi.(*)

Hussein Aldaoudi dari Yayasan AlRisalah Swedia Mengunjungi  Yayasan Lembaga Pendidikan Al Firdaus

15894652_1533726546641912_6961504628272869963_n-300x225

 

15940819_1533766473304586_8632652158046174143_nYayasan Lembaga Pendidikan Al Firdaus mendapatkan kehormatan khusus dengan kehadiran Hussein Aldaoudi dari Yayasan Al Risalah Swedia. Yayasan Al Risalah adalah salah satu lembaga pendidikan Islam terbaik di Swedia. Hussein Aldaoudi mengunjungi Indonesia dan secara khusus untuk Ittishal, sejak Minggu (10/01) hingga Selasa (17/01). Kunjungan Hussein Aldauodi tersebut dalam rangka mengenal lebih dekat dan lebih khusus tentang Ittishal yang didirikan oleh Lembaga Pendidikan Al Firdaus dan PPMI Assalaam.

Kunjungan ke Yayasan Lembaga Pendidikan AL Firdaus dilaksanakan hari Selasa (10/01) diawali kunjungan ke Taman Pendidikan Prasekolah (TPP) Al Firdaus, dilanjutkan ke Sekolah Dasar (SD) Al Firdaus dan terakhir ke Sekolah Menengah (SM) Al Firdaus.

Kunjungan pertama ke TPP Al Firdaus disambut oleh anak-anak yang memainkan angklung kulintang. Anak-anak terlihat antusias dan bersemangat menyambut Hussein Al Daoudi. Hussein Al Daoudi saat pertemuan di Tiga Serangkai, menyampaikan kegembiraannya ketika disambut anak-anak, terutama ketika anak-anak bersalaman dan mencium tangannya yang sangat berkesan untuknya.

Kunjungan dilanjutkan ke SD Al Firdaus, dan disambut oleh Kepala Sekolah SD Darmawan Budianto. Hussein Al Daoudi melakukan diskusi bersama beberapa guru SD Al Firdaus. Hussein menjelaskan mengenai sistem pendidikan yang diterapkan di Swedia, terutama di Al Salam Skolan. “Kami memegang prinsip ‘education is life’ bukan ‘education for life’. Keduanya sangatlah berbeda dan sangat berpengaruh pada system pendidikan kita,” ujarnya. Al Salam Skolan memiliki tagline yang dipegang teguh yakni Knowledge, Love dan Peace. Anak-anak SD menyambut Hussein dengan tampilan jimbe, tahfidz dan juga solo vocal.

Terakhir, Hussein mengunjungi SM Al Firdaus yang langsung disambut oleh anak-anak di halaman sekolah dan mengalungkan bunga kepada Hussein. Selanjutnya Hussein berkeliling Sekolah Menengah bahkan ikut memanen tanaman singkong di kebun SM serta ikut mencicipi aneka hasil olahan masakan singkong tersebut. Hussein juga ikut sholat berjamaah bersama siswa dan memberikan motivasi untuk anak-anak SM.

Menurut Ema Utami, Sekjen Ittishal, kunjungan Hussein Al Daoudi ke Al Firdaus bertujuan untuk menjalin kerja sama antara Al Firdaus dan Al Risalah sebagai ‘Sister School’ melalui Ittishal. Hussein banyak bertukar informasi mengenai pendidikan di Swedia yang bisa diterapkan di AL Firdaus.

Selain kunjungan lembaga pendidikan pendiri Ittishal, Hussein Aldauodi juga mengunjungi seluruh unit bisnis Tiga Serangkai yang merupakan penerbit buku terbesar di Jawa Tengah, TSPM, Wangsa Jatra Lestari, dan Assalaam Niaga Utama.